Friday, January 1, 2016

Sarjana Pengangguran Banyak, Dominasi Pencaker



Tahun 2015 memang menjadi warsa yang sulit. Memburuknya perekonomian nasional membuat banyak buruh yang menerima pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini yang dinilai jadi salah satu penyebab para pencari kerja (pencaker) tahun lalu cukup tinggi.
Data Dinas Tenaga kerja dan Sosial (Disnakersos) Balikpapan disebutkan, sepanjang 2015 sebanyak 10.391 telah terdaftar pencaker. Sebanyak 1.452 orang sudah mendapatkan pekerjaan. Tahun ini diprediksi para pencaker masih tinggi.
Kepala Disnakersos Balikpapan Tirta dewi mengatakan, pencaker 2015 didominasi oleh masyarakat berpendidikan strata 1 (S-1). Sedangkan sisanya lulusan SLTA dan diploma. Dengan rincian 4.000 pencaker berpendidikan S-1, SLTA sebanyak 3.400 orang, dan diploma 2.200 orang.
Ia mengatakan, ketika 200 orang mengikuti program pemagangan, 70 persennya berhasil mendapat pekerjaan. Namun, ia melihat tak semua program yang dijalankan Disnakersos berhasil.
Menurutnya, job market fair kurang berhasil di lapangan. Sebab, tidak dapat menjaring banyak posisi sesuai jumlah tenaga yang diperlukan. “Saat ini, job market fair belum terkoneksi dengan baik dengan dunia pendidikan. Sebab, apa yang diperlukan perusahaan bisnis kebanyakan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan pencaker,” bebernya.
Maka, sebutnya, program pelatihan keahlian dan pemagangan serta sertifikasi perlu dilaksanakan. Ini supaya para pencaker berhasil memasuki dunia bisnis yang diinginkan. “Kami laksanakan di bidang perhotelan, las, IT, baik berbasis kompetisi dan masyarakat,” ujarnya.
Di Balikpapan terdapat Forum Komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR). Peran dari forum ini, kata dia, turut membantu pencaker dalam mendapatkan pekerjaan. “Misalkan, CSR dari perusahaan bisa untuk pelatihan soft skill yang bertujuan menciptakan jiwa wirausaha,” pungkasnya.